Saturday, November 23, 2019

Liburan Nepal Hari 8 - Hotel Terbaik Selama di Nepal

Sedihnya harus ninggalin hotel terbaik kita (Inn Sangrahalaya) apalagi setelah pengalaman di Nagarkot kemarin. Untuk review jelasnya hotel ini nanti bisa dibahas di post terpisah ya.

Ok..rencana hari ini adalah setelah makan siang kita akan kembali ke Kathmandu dengan naek kendaraan umum. Setau penulis sih ada 2 tempat pangkalan bus dan sisanya dengan menyetop di pinggir jalan. Jadi untuk pastinya penulis ambil yang pangkalan saja karena kalau stop mana bisa baca tulisan jurusan di bus dan musti harus tanya-tanya. Pangkalan yang kita ambil posisinya ada disebelah barat. Lihat gambar dibawah untuk lokasinya:

Bhaktapur Bus Park

Sebelum pulang kita masih ada waktu berputar-putar daerah bhaktapur yang memang cukup luas dibanding durbar-durbar yang lain. Disini juga banyak tempat suvenir-suvenir yang kalian juga bisa mulai nyicil beli dan harganya lumayan. Harga kaos buat oleh-oleh kita dapat di harga NPR300 per kaos. Dan untuk di Kathmandu sendiri kita agak kesulitan buat dapat harga yang sama, kalaupun ada itu hanya untuk bahan tertentu aja. NB: Tapi Kathmandu jg luas ya, di malam hari kita juga lihat tempat kaos yang letaknya agak kedalam, jadi bisa aja disitu lebih murah.

Di hari ini penulis mulai plan mau kemana jalannya, jadi biar tidak capek di jalan karena kebanyakan keliling. Rencana perjalanan awal adalah mengunjungi National Art Museum - Pottery Square - Taumadhi - Duttatraya. Untuk kira-kira perjalanan bisa dilihat tanda merah pada peta dibawah:

Keliling Bhaktapur

Pottery Square - Tempat ini terkenal untuk belajar membuat kerajinan tanah liat. Selain itu juga kalau tidak mau ambil kursus, bisa juga membeli produk yang sudah jadi seperti dibawah ini:

Pottery Square

Dari sini jarak tidak terlalu jauh, penulis menuju Taumadhi. Kalian bisa menikmati suasana durbar ini juga lewa gang-gang dengan suasana yang menarik. Yang suka foto selfie juga bagus, hanya di hari ini matahari cukup terik jadi cukup berasa panas walaupun udaranya cukup sejuk.



Penulis menemukan foto dari google map dimana menurut penulis sangat bagus sekali menunjukkan keindahan Taumadhi square sebelum terjadinya gempa tahun 2015 yang dimana sekaranga banyak pengerjaan perbaikan.



Foto ini diambil dari posisi atas puncak bangunan dimana banyak sekali pengunjung yang datang untuk foto baik lokal maupun turis asing. Kalau mau foto sendiri lebih baik datang lebih pagian. Seperti gambar dibawah bahkan ada rombongan turis lokal dari anak sekolah lokal disana.

Taumadhi Square

Diwaktu yang cerah ini juga kita bisa melihat pegunungan himalaya dimana kemarin pas di Nagarkot tidak terlihat. Saran penulis kalau punya banyak waktu sebaiknya tinggal disini semalam walaupun kita bisa pergi pagi pulang malamnya.



Setelah keliling-keliling kita segera bergegas jalan ke tempat bus untuk cari bus umum yang kearah Kathmandu. Bus ini tidak pakai AC ya dan bagusnya sih tidak ada aroma-aroma yang mengganggu. Lumayan bus ini harganya cuma NPR 25, yang kalau dirupiahkan hanya sekitar 3 ribu rupiah saja, murah kan!!

Bus Bhaktapur - Kathmandu

Perjalanan untuk sampai ke Kathmandu tidak terlalu lama mungkin sekitar 30-45 menit saja. Jadi buat kalin yang tidak biasa dengan bus harusnya masih ok ya, tidak seperti waktu penulis ada di Ghandruk yang perlu waktu beberapa jam. Bus ini akan berhenti di dekat Ratna Park yang pastinya sudah dekat daerah turis disana dimana kita juga sudah ada hotel disana, di Thamel.

Sisa waktu sore sampai malam penulis akan habiskan disini, penulis coba berjalan keliling daerah Thamel dan ternyata ada sisi modern juga, tidak seperti yang selama ini dilihat. Ada tempat nongkrong, KFC, Pizza Hut, dan bahkan ada casino juga disana.





Ok, untuk hari ini sekian dulu. Lanjut besok lagi di Hari 9 masih di Kathmandu dan penulis akan explore Patan Durbar Square


Tuesday, September 17, 2019

Tiket ACAP & TIMS - Nepal

Tiket ACAP dan TIMS buat trekking di Ghandruk (Annapurna)

Tiketnya mahal euy, total NPR 5000. Sayang kalau cuma ke Ghandruk aja, kalau ada waktu mending ambil trekking Annapurna sekalian. Untuk cerita proses kita apply bisa baca di link ini. Untuk apply perhatikan bahwa hari Sabtu adalah hari libur, jadi perhatikan jadwal kalian ya. Dan yang paling penting untuk apply ACAP dan TIMS adalah perlu memasukkan info asuransi yang bisa meng-cover kita selama perjalanan. Jadi persiapkan nomor polis dan no telp kontak untuk mempercepat proses aplikasi.

Selain itu siapkan foto juga, jadi sewaktu kesana bisa lebih cepat. Dan juga perhatikan data yang dicatat pada kartu adalah benar karena bisa saja mereka salah tulis.

TIMS - NPR 2000
ACAP - NPR 3000


Monday, September 16, 2019

Liburan Nepal Hari 7 - Nagarkot to Bhaktapur

Di hari ke 7 ini kita rencana setengah hari di Nagarkot, lalu jam 2 berangkat ke Bhaktapur. Setengah hari ini setelah breakfast kita akan explore Nagarkot, tidak full trekking karena tidak akan cukup jadi kita hanya coba saja jalan untuk melihat dan merasakan sedikit suasana trekking disini. Perjalanan kita sekitar 40 menit pergi dan 40 menit jalan balik, tapi tentunya jalanannya tidak rata ya, tapi naik dan turun juga. Jadi buat penulis yang tidak terbiasa perjalanan ini cukup melelahkan tentunya.

Nagarkot Panoramic Hiking Trail
Saya pribadi tidak terlalu ingin trekking ke tempat yang banyak pohon dedaunan karena akan ada lintah yang mengincar kita mengingat ini sudah mulai masuk musim monsoon. Kita sendiri bisa melihat banyak lintah yang sudah mati di bagian area tertentu, jadi penulis sangat kawatir kalau jalan di kiri kanan dan atas ketika ada daun-daunan. Kita sempat kena 1 kali lintah ketika kita penasaran masuk ke sebuah batuan yang tengah-tengahnya ada lubang bisa dilewati masuk ke dalam, baru masuk sebentar dan foto, ternyata udah ada 1 lintah yang berhasil masuk ke dalam celana, sejak itu kita jadi parnoan dan mulai memasukkan celana jeans kita kedalam kaos kaki. Kita sempat juga memakai minyak angin yang mungkin akan mencegah dia masuk atau menyentuh bagian-bagian lain yang terbuka.

Ini adalah sebagian foto-foto yang penulis ambil dalam perjalanan:
Nagarkot Hiking Trail View

Nagarkot - Nepalee

Untuk trekking sepertinya sih seru tapi lain kali harus kesini di bukan musim hujan nih. Setelah sampai di lokasi Nagarkot Hiking Trail View, penulis melakukan perjalanan kembali ke hotel dikarenakan waktu yang tersisa untuk penjemputan yang disepakati pada jam 2 siang. Di hotel penulis santai sebentar dan memesan segelas teh susu panas sambil menunggu si supir datang kembali ke hotel untuk menjemput

Teh Susu Nepal

Ketika supir telah datang kita langsung memulai perjalanan kita ke Bhakatapur. Perjalanan ke Bhaktapur sendiri memakan waktu kurang lebih 1 jam, dan kita tidak diturunin di hotel karena hotel kita sendiri letaknya berada di Bhaktapur Durbar Square dimana lokasi kendaraan tidak bisa masuk. Setelah kita diturunin, kite melangkah masuk  dan langsung saja disapa oleh petugas tiket yang menanyakan apakah sudah ada tiket atau belum, tiket disini berharga NPR1500. Dan karena kita tinggal selama 2 hari, maka si petugas akan mencatat nomor paspor kita kedalam tiket karena pada dasarnya tiket itu adalah untuk 1 hari saja.

Dari pintu masuk kita berjalan sekitar 10 menit untuk sampai ke hotel dan kebetulan hotel yang penulis pilih termasuk hotel yang masih baru. Hotel ini masih sangat bagus dan baunya pun masih terasa sekali masih baru. Bisa dibilang ini hotel terbaik selama kita tinggal di Nepal, dari suasana dan desainnya sangat cakep. Nah si supir sekali lagi kasih saran kita untuk coba makanan lokal yang terkenal di Bhaktapur yaitu Bara. Nah jadi setelah kita rehat sebentar dan beres-beres barang, kita langsung jalan untuk cari makan. Ternyata lokasi hotel kita tidak jauh dari tempat makan itu dan lokasinya di lorong ternyata. Di depan lokasi tempat makan terdapat papan kecil bertuliskan "Newari Food | Bara - Wo". Nah kalau ketemu ini tinggal masuk aja langsung, tempatnya tidak besar namun cukup untuk 4 - 5 meja.

Bara
Ownernya cukup ramah dan ready banget buat di foto. Ini buktinya dia langsung ambil sikap siaga sadar kamera ketika penulis mengarahkan kamera untuk mengabadikan momen dia sedang masak. Menu utama itu adalah Bara yang ada di depan beliau. Dan yang disamping adalah kentang sebagai side dish dan kuahnya juga.

Si Ibu Penjual Makanan Bara

Dari segi harga cukup terbilang murah terlebih lokasinya yang berada di daerah turis, satunya kalau tidak salah seharga NPR 100, kentangnya NPR 50, minuman soda (Sprite / Coca Cola) seharga NPR 125. Tidak jauh dari sana juga ada penjual gorengan dan lagi-lagi iseng buat cobain juga. Harga gorengan sekitar NPR 40 saja.

Cemilan Gorengan Nepal

Bhaktapur Durbar Square ini cukup luas jadi untuk hari ini yang sudah menjelang sore kita hanya menjelajah sebagian kecil sambil menikmati suasana sore di Bhaktapur sambil melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan penduduk lokal seperti bermain caturnya orang Nepal.

Kongkow di Nepal

Suasana di malam hari juga cukup bagus buat foto-foto gedung yang unik, namun tidak semua bisa di foto karena hanya beberapa tempat saja yang ada cahanya lampu. Di lokasi ini juga nampak tentara yang berjaga-jaga dan penulis sempat disamperin, ntah karena curiga atau dia saja yang kepo. Penulis sempat ngobrol dengan satu tentara yang datang dan dia menebak kita dari Malaysia seperti pada umumnya. Tidak satupun negara Indonesia keluar dari percakapan ini, but yeah..."I am from Indonesia"

Bhaktapur Durbar Square

Bhaktapur Durbar Square

Abis dari foto-foto disini, penulis kembali ke hotel untuk istirahat dan persiapan exlore Bhakatapur Durbar Square lebih mendalam. See you di hari 8 perjalanan kami


Sunday, September 15, 2019

Liburan Nepal Hari 6 - Menuju Nagarkot via Dhulikhel

Hari ke 6 - Melewati perjalanan semalaman di bis dan tiba di Kathmandu kepagian, sepertinya jam 7 - 8 pagi sudah sampai dan janjian sewa mobil yang masih nanti jam 10am. Muter cari makan tidak ada yang buka dan supermarket yang kita kemarin tunggu berangkat juga belum buka. Akhirnya kita ngemper aja di jalanan dan diikuti beberapa anjing jalanan karena mereka tau kita ada bawa makanan.

Disini ada kejadian menarik dimana burung gagak disana sempat menghampiri kandang burung dara yang ada di sela-sela pintu rumah orang. Dan burung itu berhasil mengambil anak dari burung dara yang tidak terlalu kecil tapi belum tumbuh sempurna secara belum tumbuh bulu. Waktu diambil burung itu dibawa ke tanah dan karena saya dekat lokasinya saya coba hampiri dan dilepas oleh burung tersebut. 

Anak Burung Dara

Saya perhatikan burung itu masih mengincar anak burung dara ini jadi saya tidak bisa tinggalkan jauh jauh. Masalahnya juga anjing2 yang dekat dengan kitapun penasaran dan mendekati anak burung itu. Pas kebetulan ada orang lewat saya coba minta tolong burung itu diambil dan ditaruh diatas pot bunga saja, tapi tetap saja itu anjing2 mendekati terus. Sampai yang punya rmh keluar dan saya ceritakan kejadiannya, diapun blg ga ada cara lain untuk balikin keatas karena susah.

Tidak berapa lama saya sempat sibuk sendiri dan pas balik ketempat pot bunga itu ternyata anak burung sudah tidak ada dan yang punya rumah juga sepertinya sudah kembali masuk rumah. Tidak tahu apa yg terjadi dengan anak burung itu namun bisa saja yang punya rumah berbaik hati untuk menyimpan burung itu, ya semoga aja demikian.

Setelah ini pintu pagar supermarket dibuka dan kami diperbolehkan duduk masuk ke area supermarket walaupun sebetulnya mereka masih belum buka. Lumayan dapat duduk buat taruh tas dan kita buka makanan bekal dari pokhara yaitu KFC, walaupun udh dingin tapi lumayan buat makan pagi daripada kelaparan.

Supermarket ini kalau tidak salah mulai buka jam 9am dan kita sempat belanja makanan ringan dan teh yang akan dijadikan oleh2....tidak semua tapi beli sebagian karena perjalanan masih ada 4 hari lagi.

Sekitar hampir jam 10 si supir datang dan kita mulai berangkat. Ngobrol punya ngobrol si supir sedikit mengerti bahasa karena pernah bekerja di Malaysia. Perjalanan kita ini menuju Nagarkot tapi dalam perjalanan berkunjung dulu ke Dhulikhel. Sewa mobil ini kita total 2 hari karena sampai besok paginya di Nagarkot turun ke Bhaktapur. Dalam perjalanan kita tanya sama si supir kalau mau makan kaya lokal dimana sekalian mau makan siang. Si supir membawa kita ke tempat orang-orang lokal sana makan, disana menunya Dhal Bat dengan pipihan mau daging kerbau atau ayam. Karena makan cara lokal ya berarti pakai tangan dan piring yang menggunakan alumunium. Sayur dan nasi disini itu free flow jadi bebas mau tambah seberapa banyak. Gak disangka ternyata ini makanan terenak selama kita di Nepal. Si supir sendiri kaget liat cara kita makan karena porsinya banyak dengan tubuh yang kecil. PS: kita ga sakit perut loh!!!

Setelah makan langsung lanjut perjalanan ke Namobuddha Monastery, ini sebetulnya tidak ada di list itinerary kita tapi karena ada yang request dan sudah disana jadi ya kita memutuskan untuk juga mampir kesini. Karena ini tambahan dan area agak jauh jadinya kita perlu tambah harga sewa lagi. Kita sempat nego sama bossnya karena mobi ini dilengkapi GPS jadi tidak bisa seenaknya pergi jauh tanpa di infokan ke perusahaan. Sebetulnya harga yang dikasih tidak murah untuk sekedar tambahan tapi ya karena sudah tanggung jadi kita deal saja.

Namobuddha Monastery
Kata temen ini ibarat seperti kita lagi di Tibet tanpa harus ke Tibet, dan bagi yang tidak tahu ini apa, ini adalah biara tempat kediaman parak biksu, mungkin bisa dibilang tempat shaolin yang sering kita dengar. Lokasinya cukup besar dan mereka welcome dengan para tamu kunjungan hanya ada bagian tertentu yang tidak dapat dimasuki oleh turis. Banyak turis juga kesana berdoa dan membawa sejumlah uang yang mungkin juga dibagikan disana sebagai doa yang saya juga tidak tahu persisnya.

Disini kita hanya sekitar 1-1.5 jam karena kalau tidak nanti ketinggalan sunset di Nagarkot dan masih ada lagi monastry lain yang akan kita kunjungi dan masih mampir ke Dhulikel. Dhulikel ini sendiri sebetulnya tidak terlalu terkenal buat kunjungan khusus seperti yang disampaikan si supir karena tidak terlalu besar kotanya dan ada pilihan kota lain sebetulnya. Tapi Dhulikel ini terkenal buat para trekking karena termasuk jalur trekking dari dan ke Nagarkot

Dhulikel
Enaknya disini itu sepi dibanding kota-kota lain apalagi Kathmandu. Disini juga ada tersedia hotel loh bagi kalian yang mau menginap agak menyepi mungkin bisa dipertimbangkan. Dari sini penulis lanjut ke Dhagpo Sheydrub Ling Monastery yang searah perjalanan ke Nagarkot, tapi sangat disayangkan karena hari dimana kita berkunjung tidak dibuka untuk umum. Sempat foto-foto sebentar bagian luarnya seperti dibawah ini:

Dhagpo Sheydrub Ling Monastery

Dari sini kita langsung melanjutkan ke Nagarkot yang menjadi tujuan utama di hari ini. Secara perjalanan masih lebih baik dibanding sewaktu ke Sarangkot tapi masih banyak menggunakan batu-batu juga yang belum jalan aspal. Dan sama seperti di Sarangkot, masuk Nagarkot juga bayar, tapi kalau kita tinggal di penginapan yang tidak masuk kedalam tidak perlu bayar. Harganya untuk per orang dikenakan NPR 339, memang jauh lebih mahal ya dibanding Sarangkot, padahal secara keseluruhan Sarangkot suasananya masih lebih bagus. Kalau mau tidak bayar bisa menginap di bagian agak luar tapi kalau pagi kita mau liat sunset juga sepertinya akan diminta bayar juga. Tapi ada beberapa hotel sebelum garis merah di peta bawah yang posisi agak diluar dan tidak perlu bayar untuk masuk ke hotel.

Hotel Nagarkot

Di hotel pun kita agak bermasalah karena pas sampai kamar yang kita mau tidak ada kuncinya jadi harus pindah ke kamar lain dan masalahnya di kamar ganti ini tidak ada air, kalaupun ada air ya airnya agak kotor. Solusinya adalah ya kita harus numpang mandi di kamar mandi kamar lain. Huh pengalaman yg tdk menyenangkan ditambah kamar ini agak berdebu. Karena daerah ini msh dekat hutan jadi kita tidak buka pintu karena nanti bnyk binatang yg masuk. Heran juga kenapa hotel ini dapat review yang lumayan, tapi ya mungkin karena murah. Di sebelah sepertinya masih banyak pilihan hotel yang lebih baru dan mungkin lebih baik.

Karena hari sudah sore menjelang malam kita tidak bisa kemana-mana jadi hanya bisa jalan turun sedikit sambil cari makan. Untungnya di hotel ini tidak diharuskan beli makanan disana seperti ketika di Ghandruk. Untungnya tidak seperti di Sarangkot atau Ghandruk, di Nagarkot ini ada supermarket kecil dengan harga yang relatif masih ok, jadinya kita bisa belanja keperluan disana, Dan untuk makan malam kita ke satu tempat restaurant disana dan memesan makanan diantaranya sekuthi, mi goreng dan makanan lainnya. Kita pesan sekuthi sesuai saran si supir tapi tentunya tanpa beer ya, walaupun dia bilang orang lokal biasanya makan sambil minum-minum..

Sewaktu menunggu makanan, disini sempat mati lampu, dan yang menarik adalah orang yang jual makanan sepertinya pergi keluar beli sesuatu, ntah beli bahan daging atau beli mi goreng sudah jadi diluar. Apapun itu yang penting kita bisa makan deh. Dari sini kita balik hotel kembali untuk beristirahat, dan sampai di hotel ditawarkan kalau mau pesan makanan disana, tapi karena kita sudah makan diluar ya kita tidak pesan. Sepertinya untuk hotel-hotel murah seperti Ghandruk dan Nagarkot, mereka memang berharap dapat untungnya dari makanan dan minuman yang kita pesan.

ok good night guys, sampe di hari besok

Tuesday, August 27, 2019

Liburan Nepal Hari 5 - Perjalanan Balik Pokhara

Di hari ke 5 ini kita rencana untuk untuk kembali turun ke pokhara pada siang hari dan kali ini dengan menggunakan bus umum sepenuhnya. Kemarin sih kita tanya harganya kena NPR 500. Memang tidak beda jauh dengan 800 naek jeep tapi klo ini 500 sampai di pokhara langsung.

Setelah bangun tidur cuma saya sendiri yang ambil makan pagi dan yang laen tidak karena hanya mau makan roti saja. Saya mah tetap makan krn perjalanan bus cukup panjang dan pasti gujlak gujluk jadi amannya kondisi badan harus udah siap dan tidak masuk angin nantinya.

Kita tidak akan tinggal di Pokhara nantinya tapi akan langsung kejar bus malam yang sudah kita book melalui sms dan telepon di hari sebelumnya karena kita tidak boleh missed karena jadwal car rental di hari besok dan hotel yang sudah di book untuk yang di Nagarkot. 

Sebelum checkout juga sempet isi pulsa online karena jumlah pulsa menurun, takut nanti gak bisa komunikasi dengan orang bus di malam hari dan juga car rental besok. Saya isi online karena pasti isi pulsa di ghandruk lebih mahal dan harus jalan turun dulu cari tempat jual pulsa. Kebetulan cari di Google ketemu beberapa dan akhirnya pilih satu yang paling murah karena perlu tambah dikit aja. Dan lumayan juga bisa bayar pakai paypal dan kebetulan ada sisa balance disana.

Setelah semua kelar beberes, kita checkout dan jalan turun ke tempat pool bus (sama dengan pool jeep). Sampai disana ditawarin naek jeep tapi kita langsung menuju bus dan tanya kenek berapa ongkosnya dan dibilang 400 (ternyata lebih murah dari pas tanya kemaren 500). Kita termasuk orang yang pertama naik bus dan bukan kami sendiri yang turis naik bis ini tetapi juga ada beberapa bule yang ikut naik bis. Ukuran bis ini tidak terlalu besar jadi untuk yang bawa tas besar harus ditaruh diatas bus karena dalam bus tidak ada penyimpanan yg cukup besar diatas kepala.

Bus Ghandruk - Pokhara
Kami ambil posisi paling depan sebelum pintu keluar tapi ternyata posisi ini tidak begitu baik karena di perjalanan banyak orang berdiri berjubel deket pintu keluar. Dan kalau kalian pikir apakah dalam bus nanti akan ada bau-bau yg pada umumnya kita kawatirkan, ternyata tidak seperti itu walaupun ada juga bau tapi cuma 1 yaitu dari keneknya sendiri. Jadi kalau untuk posisi menurut saya posisi agak ke belakang lbh pas tapi tidak tahu apakah kondisi jalan penuh guncangan akan lebih berasa untuk posisi belakang. Selama perjalanan ini bus akan stop di beberapa tempat selama ada penumpang yang mau naik.

Ada saat dimana sudah sangat penuh dan rata-rata menumpuk di bagian depan, dan karena penulis duduk di bagian depan, ya jadi agak tergencet juga dengan penumpang yg berdiri. Di bus ini tentunya selain untuk transportasi biasa ternyata ada juga penduduk sana yang bawa hasil tanam di dalam karung-karung dan juga ada yang membawa kambing yg diiket diatas bus. Tentunya ini menjadi pandangan unik buat penulis.

Makin kebawah makin berasa panas udaranya dan untungnya mreka semua tidak ikut turun sampai ke pokhara tapi hanya sampai di nayapul saja, jadi bus menjadi lebih lega. Dalam perjalanan ada 1 kali stop untuk makan siang dan toilet break, setelah itu bus langsung menuju pokhara. Bus ini nantinya sampai ke Pokhara Baglung Bus Park dan utk sampai ke pokhara lake perlu sambung lagi dengan naik bus atau taxi. Pas sampai di bus terminal kita sharing taxi sama bule yg tadinya dia mau sendiri yang kita iseng tanya mau share apa gak biar lbh murah dan dia ok, jadinya share sama kita lumayan kena NPR 100 per org drpd 300 sendiri.

Suasana Bus Pokhara
Di pokhara lake kita cari tempat makan dan juga tempat untuk istirahat untuk menampung tas-tas ransel kita. Karena kita masih punya waktu sampai jam 8 malam jadinya kita nunggu sampai sore disini dan sambil keluar jalan-jalan keliling untuk ambil foto. Ketika hari sudah semakin sore menuju malam, kita sudah siap-siap kembali untuk jalan ke tempat bus yang posisinya dekat dengan sewaktu kita di hari ke 3 untuk apply TIMS dan ACAP. 


Bus Malam Pokhara - Kathmandu
Di tempat bus ini kita sampai sudah gelap dan kita melihat lapangan cukup luas dan hanya ada 1-2 kios yang buka, kita tidak tahu pasti dimana lokasi penjemputan bus. Kita hanya masuk ke tempat kios yang buka dan coba tanya apa ini bus malam dan waktunya cocok dengan orang lain yang menunggu disana juga. Disini mereka ada jual makanan dan minuman dan setelah duduk sebentar mereka sepertinya sudah mulai beres-beres dan kita ditanya mau pesan apaan dan karena tidak pesan apa-apa jadinya kita diusir. Karena diusir dan tidak ada tempat lagi untuk menunggu akhirnya kita keluar dan nunggu didepan area ini dan kebetulan ada seperti bangku taman tapi ya posisinya gelap sekali. 

Selama menunggu juga ada beberapa orang lain yang juga mulai berdatangan dan agak bingung dengan lokasi yang pasti dimana nanti bus akan datang. Dari pengalaman kemarin sih nantinya mereka akan telpon dan juga akan turun mencari penumpang dengan memanggil. Makanya untuk hal ini kita tetap perlu ada nomor telepon yang bisa dihubungi. 
Dan betul saja akhirnya bus kita datang juga dan kita langsung naik dan cari posisi bangku yang sudah di booked. Untuk posisi bangku jangan paling belakang ya karena tidak bisa ditidurkan.

Dalam perjalanan sekitar 1-2 jam ada kejadian unik karena bus ini berhenti selama hampir 3 jam, awalnya ada AC tapi akhirnya dimatikan. Selidik punya selidik ternyata si supir dan kenek tidur dan karena waktunya cukup lama banyak orang yang gusar tapi kata penumpang disebelah saya orang lokal katanya ini normal.

Dengan stop selama 3 jam saja kita tiba di Kathmandu masih cukup pagi....ceritanya sambung di post berikutnya



Friday, August 9, 2019

Liburan Nepal Hari 4 - Perjalanan Ke Ghandruk

Pagi di hari ke-4 ini, kita bangun cukup pagi karena target jam 9 sudah jalan, Perkiraaan perjalanan bisa sekitar 1.5 - 2 jam tapi dikarenakan sebagian jalan masih berbatu-batu kasar jadi total perjalanan kami sampai kira-kira 2.5jam. Hal yang penulis takuti adalah ketika ban nanti pecah karena batu-batu yang kasar, karena selama perjalanan tidak melihat tukang tambal ban seperti di Indo.

Ntah kenapa supir taxi yang kita sewa tidak tahu persis lokasi Nayapul, sehingga kita sempat beberapa kali stop untuk bertanya. Dan pada akhirnya kita stop dimana ada kumpulan jeep, akan tetapi setelah tau ini sepertinya bukan lokasi persis jeep nayapul pada umumnya jadi relatif lebih sepi, lokasi ini berjarak 1-2km dari tempat Nayapul aslinya. Tapi karena kita sudah turun disana terjadilah nego, pada awalnya kami ingin nunggu sampai 7 orang agar bisa share, akan tetapi mereka akhirnya kasih harga miring NPR 2500 supaya kita bisa langsung jalan (*Agak lupa 2500 atau 3500). Dari sini kita langsung jalan dengan beberapa perhentian untuk pengecekan kartu TIMS dan ACAP. Sewaktu perjalanan, kita bertemu dengan orang lokal yang sudah cukup tua untuk ingin menumpang. Supir bertanya apakah kita ok, ya kita tidak masalah karena mereka jg duduk paling belakang. Dan selebihnya juga ada 2 kali lagi ambil penumpang dan mereka juga ngerti tidak maksa untuk duduk ditengah walaupun masih ada tempat secara kita kan memang bayar untuk private di awal.

Tempat Cek ACAP & TIMS
Oh ya orang tua tadi itu ternyata nunggu bus untuk naek ke atas, nah alternatif buat kalian juga kalau mau naek bus ini bisa dari Sarangkot atau nunggu di Nayapul. Perjalanan ini memang harus pakai Jeep karena taxi sudah pasti tidak akan mampu selain juga karena menanjak, ini juga karena banyak jalan yang tidak rata dan berbatu-batu juga. Perjalan kami sekitar 2jam lebih sedikit untuk tiba diatas di Ghandruk. Kebetulan di hari itu ada acara lari marathon jadi cukup ramai disana.

Karena kita belum book hotel dan mau taruh tas sebelum jalan muter-muter di Ghandruk, kita mulai cari jalan untuk sampai di penginapan dimana kita sudah target sebelumnya yaitu "Annapurna Guest House Restaurant & Bar". Jangan sampai salah karena kalau di google yang muncul adalah Annpurna hotel di Kathmandu. Sepertinya guest house di Ghandruk hampir tidak ada layanan book online, jadi kita hanya perlu datang dan book ditempat. Sempat baca-baca kalau misalnya full dan cuaca tidak baik, mereka juga akan kasih kita untuk tidur di ruang makan asalkan ada space bisa buat tinggal. Ini juga mungkin karena tidak selalu para traveller bisa sampai tiba pada waktu yg ditentukan karena kadang ditemukan traveller yg harus menunda karena telat dapat permit dan bisa juga dikarenakan pada cuaca yang tidak baik terutama pada waktu periode monsoon.

Disini untuk sampai ke penginapan harus melewati banyak anak tangga karena letaknya berada diatas dibanding beberapa penginapan lain. Lumayan lelah karena ditambah beban tas yang harus dibawa dan juga di tangga-tangga ini banyak sekali ranjau guys, banyak sekali kotoran kuda disepanjang jalan. Karena kita tidak tahu persis lokasinya, kita sedikit menggunakan GPS untuk mengetahui posisi tujuan walaupun google maps tidak dapat menunjukkan jalurnya, paling tidak kira-kira kita tahu arah jalannya ambil yang kemana. Di beberapa tempat ada penunjuk jalan sih tapi tetap agak membingungkan, jadi kalau ketemu orang kita juga ada tanya-tanya.

Ada satu bagian kita ikutin arah petunjuk namun sampai ujung diatas hanya ada jalan ke kanan namun tidak ada nama penginapan untuk jalan ke kanan. Tanya punya tanya ternyata dikiri ada 2 pijakan kecil untuk lewat pinggiran dan dibelakangnya ternyata sudah bisa sampai ke penginapan (kaya jalan pintas). Setelah sampai di penginapan kita tanya harga dan langsung ambil kamar. Kamarnya tidak mahal ternyata disana, untuk double + single kena harga NPR 1300 semalam. Tapi perlu diperhatikan ternyata ada tulisan kalau tidak beli makanan disana akan dikenakan biaya dua kali harga kamar.

Annapurna Guest House Restaurant & Bar
Setelah taruh tas kita beli roti di dekat penginapan dimana yang punya jual roti ini adalah yang kasih kasih tau jalan pintas tadi, pantes tau toh dia juga tinggal disana. Roti ini besar sekali guys, jadi kita makan sedikit dan sisanya disimpan buat nanti malam kalau mendadak lapar. Dari sini kita mulai jalan-jalan lagi turun tapi lewat arah yang berbeda sekalian explore. Kesulitan kita explore disini ya tadi itu banyak ranjau dan bau. Kita turun ini juga sekalian untuk cari makan siang dan sesampai di tempat tadi kita turun dari jeep, kita mampir ke 1 tempat makan dan cek harga. Disini ternyata gak ada menu, tinggal bilang mau apa nanti mereka buatin. Kita coba tanya chow mien chicken (mi goreng ayam) ternyata sesama mereka ada ngomong dengan mereka dan 1 orang ngomong dengan harga NPR 500. Kita cukup kaget karena harganya sangat mahal dan tidak ada bedanya apabila makan di penginapan.

Roti di GHandruk
Dan akhirnya setelah sedikit jalan-jalan kita balik lagi ke penginapan karena mulai turun hujan. Ditengah jalan sempat mampir ke 1 tempat makan lagi namun setelah penulis lihat banyak sekali lalat disana, dan kita tahu lalat itu juga kemungkinan hinggap di ranjau, jadi lebih baik tidak makan disana karena takut nanti malah perut kita terganggu dan perjalanan baru sepertiganya. Kita lanjut sampai ke penginapan dan akhirnya order makanan disana, kita ambil nasi goreng mixed dengan harga NPR 500, ini isinya ada ayam, telor dan keju.

Sehabis makan dan hujan juga berhenti, kita ingin mencari 1 tempat yang terkenal disana yang bernama Ghandruk Village. Kita tanya kepada penjaga disana dan dikatakan ada di belakang, jadi kita coba saja jalan sekalian muter-muter, sempat nyasar tapi untungnya ketemu orang lokal yang cukup bisa bahasa inggris dan memberitahu kita salah jalan dan ditunjuk arah jalannya. Akhirnya setelah jalan-jalan akhirnya ketemu tempat yang kita cari. Disini kita foto-foto sebentar dan mencoba balik lagi karena juga sudah cukup sore dan ingin mengejar sunset. Kita memutuskan tidak balik dengan jalan yang sama dan akhirnya jalan ini menuju ke tempat dimana kita turun dari Jeep diawal. Jadi karena turun berarti kita harus naik lagi lewat jalan pertama sewaktu mencari penginapan. Hari ini lumayan olahraga kaki extra, kita harus naik sebelum gelap guys karena kalau gelap bagaimana kita bisa lihat ranjau-ranjau itu.

Ghandruk Village







Sunday, August 4, 2019

Liburan Nepal Hari 3 - Tiba di Pokhara, Nginap di Sarangkot (2)

Tujuan tur pertama kita adalah David Falls yang letaknya tidak jauh dari tempat imigrasi, harga tiket masuk NPR 30 dan sebetulnya agak mengecewakan karena posisi air terjun dibatasi pagar dan tidak bisa terlihat dengan baik. Sehabis itu kita menyebrang ke Gupteshwor Mahadev Cave, disini bayar NPR 100 untuk masuk kedalam gua. Dalam gua ini nantinya bisa melihat stalagmit yang dipercaya sebagai simbol dewa Shiva dan juga bisa berjalan sampai melihat Davis Falls, namun saya sendiri tidak jadi masuk sampai kedalam bangat karena sumpek dan pas ketemu bule saya tanya gimana di dalam mereka bilang biasa aja, jadinya saya balik lagi aja secara jalan masuk juga becek.

David Falls - Pokhara
Setelah dari sini kita ke bagian utara dan dibawa ke Shree Bindhyabasini Temple, disini kita juga bisa melihat pemandangan gedung-gedung sebagian kota Pokhara karena letaknya agak tinggi. Dari sini kita lanjut ke Seti River Gorge dengan biaya masuk NPR25, murah ya...iya murah soalnya kita cuma lihat aliran air aja sih, setelah itu kita bisa ke Gorkha Memorial Museum tapi kita ga masuk kesini dan skip menuju hanging bridge atau suspension bridge. Ini salah satu dari sekian bridge yang ada, dan menurut kami ini pengalaman yang paling berkesan, karena kita cukup takjub dengan pemandangan dan panjang jembatan ini. Untuk biaya tidak ada karena ini gratis!!

Hanging Bridge
Jembatan itu adalah tur terakhir jadi setelah itu langsung menuju Sarangkot, jalur ke sarangkot ini seperti ke puncak tetapi dengan jalan yang lebih sempit dan beberapa bagian jalannya tidak bagus karena hanya ditutup dengan batu-batuan. Masuk sarangkot sendiri ternyata harus bayar NPR50 per orang. Sarangkot ini tempat yang bagus buat cari sunset dan juga buat main paragliding. Kita memang sudah plan untuk bisa foto sunset dan ternyata lokasi tempat pengambilan sunset berada dekat dengan hotel kita menginap, jadi hanya perlu jalan sedikit kita sudah sampai. Untuk sampai di puncak paling tinggi, kita harus membayar NPR50. Kalau kalian datang setelah jam 6 kemungkinan yang jaga sudah tidak ada jadi bisa gratis, tapi ya jadinya momen sunset udah lewat.

Sarangkot Sunset View Point

Setelah selesai berfoto-foto ria, kita balik ke hotel untuk makan malam. Karena posisi Sarangkot agak jauh dari kota, jadi harga disana agak berbeda dengan di kota. Menurut penulis harganya masih ok dibanding harga di Ghandruk, dan disini juga penulis sempat tanya kepada owner dari hotel tersebut apakah ada tau sewa mobil ke Nayapul, ternyata owner punya kenalan sewa Jeep atau Taxi. Kalau Jeep bisa langsung ke Ghandruk tapi kalau Taxi cuma sanggup ke Nayapul dan disana kita harus cari Jeep juga. Tapi pastinya lebih murah Taxi dan ganti Jeep karena di Nayapul kita bisa share jeep dengan orang lain.

Setelah nego kita akhirnya memutuskan untuk ambil taxi saja ke Nayapul dengan harga deal NPR1900 dan dijemput pagi jam 9 untuk menghindari sampai kesiangan di Ghandruk dan takut sudah turun hujan.

Ok, saya lanjut makan malam dan siap-siap untuk besok pagi berangkat ke Ghandruk. Sampai ketemu di blog berikutnya Hari ke 4






ATM Nepal

Buat yang cari info soal tarik uang di ATM Nepal, nah pas sekali kali ini mau bahas soal uang peruangan di Nepal. Nepal sendiri sebetulny...